Pindah Tuas Matic Tidak Boleh Buru – Buru

Saat bawa mobil matic, mindahin tuas transmisi matic saat mau jalan maju atau mundur, lalu lepas rem dan injak gas, tidak boleh buru-buru.

Kebiasaan buru-buru berpotensi merusak gearbox matic.

Ini berlaku tidak saja pada mobil matic konvensional (step AT), tapi juga untuk CVT, dual clutch maupun tipe manual matic.

Mengapa begitu? Mari saya jelaskan secara detail, bagaimana mekanisme kerja clutch atau juga band saat kita pindah tuas matic, terutama untuk matic konvensional dan CVT.

Manual Valve

Saat kita geser tuas matic, kabel linkage yang terhubung dengan pengungkit di gearbox akan menggeser manual valve dalam valvebody.

Misal, tuas digeser dari N ke R, maka manual valve akan bergeser dan memberi celah oli matic bertekanan masuk ke clutch yang menciptakan rasio gigi mundur.

Clutch akan bekerja. Piston pada clutch menekan kampas dan plat, sehingga rasio gigi mundur tercipta dan tenaga tersalur dari output shaft ke roda.

Butuh waktu beberapa saat bagi oli bertekanan masuk dari celah manual valve ke kedua clutch tersebut.

Begitu pula saat tuas digeser dari N ke D. Mekanisme yang sama berlaku, hanya tujuan aliran tekanan oli matic ke clutch yang berbeda. Waktu yang dibutuhkan oli matic dalam proses engagement juga hampir sama.

Bayangkan kalau Anda menggeser tuas terlalu cepat lalu disusul melepas tekanan pedal rem yang juga cepat, lalu langsung injak pedal gas. Apa yang akan terjadi?

Tekanan oli ke clutch belum sempurna. Multipel disc clutch maupun brake band belum tertekan sempurna. Saat pedal rem dilepas cepat lalu digas, terjadi gesekan kampas berlebihan.

Akibatnya clutch cepat rusak, aus atau bahkan cepat terkikis. Yang cukup berbahaya, perilaku ceroboh saat menggeser tuas matic itu juga berpotensi cepat merusak komponen rumah kopling yang terdampak goncangan.

Jadi mulai sekarang nggak usah buru-buru saat pindah tuas matic, lepas rem dan injak gas. Karena bisa bikin transmisi matic bermasalah atau rusak.*