Keunggulan & Kelemahan Transmisi Matic Mazda Skyactiv 6 Speed

Oleh: Hermas E Prabowo

Mazda mendesain dan mengembangkan sendiri transmisi matic 6 speed skyactiv-drive. Enak, nyaman, responsif, lebih simpel tapi juga ada beberapa kelemahan.

Dari transmisi matic mobil Mazda Skyactiv yang sukses diperbaiki di Worner Matic (bengkel spesialis transmisi otomatis & mobil matic ternama), masalah beberapa terjadi pada jarak tempuh pendek. Berkisar 30.000 – 60.000 kilometer, untuk umur pakai rata-rata kurang dari delapan tahun.

Kalau melihat dari performanya, transmisi matic Mazda 6 speed Skyactiv ini boleh dibilang luar biasa alias di atas rata-rata transmisi matic model konvensional lain.

Transmisi matic ini boleh dibilang mewakili keunggulan dari tiga genre transmisi matic di pasaran,: AT konvensional, CVT dan dual clutch.

Keunggulan dari sisi AT konvensional karena transmisi matic Mazda 6 speed ini meski berbasis step AT, tapi tidak menggunakan kampas model bando (band), minim one way clutch dan tidak terlalu banyak solenoid.

Keunggulan dari genre CVT karena sekalipun model konvensional tapi halus saat dikendarai. Perpindahan antar gigi otomatis nyaris tidak terasa.

Adapun keunggulan dari sisi dual clutch terwujud dari agresifitas. Lock up clutch pada transmisi mulai bekerja sejak awal, sejak laju 11,27 km/jam, sehingga sangat powerful dan efisien dalam penggunaan bahan bakar.

Dengan strategi ini, akselerasi sejak putaran rendah langsung terasa. Power lag tidak begitu nyata, serasa kita mengendarai dual clutch.

Di dalam torque converter, transmisi Mazda 6 speed Skyactiv terdapat multi disc clutch, bukan tunggal, sehingga diameter friction clutch lebih kecil, begitu pula ukuran dan bobot torque bisa dipangkas.

Apa Kekurangannya?

Nggak adil rasanya kalau ngomongin keunggulan tanpa kekurangan.

Karena semua yang ada di kolong langit ini pasti tidak sempurna, mengingat bagi orang yang beriman pada Tuhan, kesempurnaan hanya milik-Nya.

Pada transmisi matic 6 speed Skyactiv, design memang praktis. Termasuk dalam penempatan sistem kontrol (Transmission Control Modul) yang terintegrasi dengan valvebody, dan selalu terendam atau diguyur oli matic dalam gearbox.

Tujuannya tentu agar lebih praktis, mengurangi banyak penggunaan kabel, dan lebih efisien dari sisi produksi dan lebih ringan.

Kita tahu bahwa umumnya TCM atau komputer matic yang terintegrasi dengan valvebody tidak cocok untuk penggunaan di ‘medan berat’ seperti di Indonesia.

Lihat saja di sini jalanan sering macet, suhu panas karena daerah tropis dengan tingkat kelembaban tinggi, terutama di kota-kota dataran rendah.

Kondisi ini sering membuat komputer matic gampang stress, lalu kinerjanya terganggu. Apalagi yang model terintegrasi dengan gearbox matic.

Komputer matic bekerja mengendalikan solenoid baik yang on off maupun duty cycle. Solenoid sendiri sebagai komponen vital dalam menyalurkan tekanan oli matic ke komponen hardware seperti clutch.

Ketika terjadi gangguan pada sistem kontrol, berakibat langsung pada kerusakan komponen hardwarenya. Celakanya, harga modul transmisi matic dibanderol sangat-sangat mahal, belasan hingga puluhan juta rupiah per unit.

Bagi konsumen Indonesia yang pendapatan per kapita rendah tentu itu sangat memberatkan.

Kelemahan lainnya, begitu terjadi kerusakan pada sistem kendali, memicu kerusakan komponen hardware seperti clutch dan drum clutch, yang harganya juga sangat mahal dan untuk komponen tertentu susah didapat.

Satu lagi, penggunaan cooler independen (tidak menyatu dengan radiator) dan terintegrasi dengan gearbox juga acap kali bocor dan rentan menjadi pemicu kerusakan gearbox matic. Yang tentu berakibat fatal.

Saran Bijak

Di satu sisi transmisi matic 6 speed Skyactiv memberi berbagai keunggulan luar biasa, tapi juga teknologi tinggi yang mengejar kepraktisan menyimpan banyak masalah fatal.

Saran dari saya, untuk design berikutnya, ada baiknya TCM ditempatkan terpisah dari gearbox matic. Bisa di kabin mesin, arau bawah dashboard.

Sedikit menambah kabel tidak apa-apa, demi agar mobil Mazda Skyactiv makin banyak disukai masyarakat di Indonesia, dan negara tropis lain.

Secara design eksterior dan interior mobil-mobil Mazda unggul. Tapi Mazda harus mampu mengurangi image di masyarakat bahwa mobilnya suka ‘jajan’ yang mahal-mahal.

Suku cadang untuk kebutuhan perbaikan transmisi matic, baik komponen hardware maupun sistem kontrol agar bisa diakses lebih mudah dan murah.

Kalau akses pasar pada komponen gearbox dan sistem kontrol “dipersulit”, memicu kampanye yang mengungkap sisi negatif berlebihan yang bisa merugikan volume penjualan mobil Mazda itu sendiri di Indonesia.

Kita semua ingin mobil Mazda banyak hadir di pasar Indonesia, customer puas. Tidak saja pada desain dan teknologinya, rapi juga daya tahan dan efisiensi dalam biaya perawatan.

Bengkel mandiri bisa menjadi “agen pemasaran” yang baik dan efektif. Berbagi peran akan sangat baik. Nafsu penguasaan bisnis hulu-hilir, tidak akan memberi manfaat jangka panjang.*

Worner Matic
Bengkel Spesialis Transmisi Otomatis & Mobil Matic AT, CVT, Dual Clutch baik CBU atau CKD (mobil AS, Eropa dan Asia.) Bergaransi & Terjangkau.

Lokasi Bengkel: Bintaro, Cinere (Depok), Bekasi dan Semarang.
Telp/WA 08121015018