Ini Alasan Mengapa Mobil Matic Butuh Bengkel Khusus

Selama ini ada pemahaman yang salah di kalangan para pemilik mobil matic.

Pertama, mobil matic boleh di service di mana saja. Karena komponen, teknologi dan sistem yang diaplikasikan pada mobil matic dan mobil manual sama saja.

Kedua, kita perlu bawa mobil matic ke bengkel khusus hanya pada saat transmisi maticnya rusak atau bermasalah saja.

Kalau untuk perbaikan bagian lain, perawatan bagian lain, tidak harus ke bengkel khusus mobil matic.

Risiko Besar

Merawat dan memperbaiki (repair & maintenance) mobil matic dan bagian-bagiannya, tidak boleh ke sembarang tempat.

Risikonya besar dan bisa bermacam-macam. Mulai dari salah perawatan, salah diagnosa, salah analisa, salah penanganan, salah ganti komponen yang semuanya itu berujung pada pemborosan biaya dan waktu. Buang-buang duit.

Selain itu masih ada persoalan lain terkait daya tahan mobil/komponen dan aspek keselamatan berkendara.

Di Indonesia ada empat kategori bengkel mobil. Ada bengkel mobil khusus, spesialis, umum authorized dan umum non authorized. (Lingkup pekerjaan dan penjelasan lengkap ada di artikel sebelumnya).

Khusus Mobil Matic

Mengapa kita perlu merawat dan memperbaiki mobil matic di bengkel khusus mobil matic?

Perlu diketahui bahwa teknologi yang dikembangkan produsen pada mobil matic dan manual berbeda.

Secara fisik, untuk beberapa komponen atau bagian di luar transmisi matic memang ada yang sama.

Misalnya bagian mesin, alternator, AC, starter, ABS, kaki-kaki, power steering dan turbocharger, body, accessories.

Namun untuk bagian lain seperti transmisi, instrumen cluster, instrumen di console (untuk beberapa tipe dan jenis mobil) berbeda.

Sistem pengendali, sistem perkabelan juga program yang dikembangkan untuk mendukung kinerja mobil matic dan manual juga jauh berbeda. Sangat berbeda.

Jelas Beda

Pada mobil modern sekarang yang sudah mengadopsi teknologi tinggi, ketika semua bagian pada mobil sudah dikendalikan oleh komputer baik individual maupun saling berkait satu dengan yang lain, semakin memperlebar dan mempertegas perbedaan teknologi dan sistem antara mobil matic dan manual.

Mulai dari teknologi dan sistem transmisi. Sistem starter antara mobil matic dan manual berbeda. Sistem pengisian battery dan distribusi arusnya, juga berbeda.

Sistem dan strategi operasional pada instrumen cluster juga berbeda. Begitu pula dengan sistem AC, sistem ABS dan cruise control, sistem stability control, sistem keamanan dan keselamatan juga berbeda.

Apalagi dengan sistem mesinnya, sangat berbeda. Dalam banyak kasus, baik antara transmisi matic dan mesin, juga yang lain, saling berbagi dan memanfaatkan data satu sama lain. Ini tidak terjadi pada mobil manual.

Bagaimana teknologi start-stop system berkorelasi dengan transmisi matic, dan bagaimana sistemnya bekerja? Tentu makin mempertegas jurang perbedaan mobil matic dan manual.

Begitu juga dengan teknologi parking assist, yang membantu pengemudi saat mau parkir, berkorelasi dengan sistem matic.

Tidak Sembarang

Dengan begitu banyaknya perbedaan cara kerja, teknologi, komponen dan sistem antara mobil matic dan manual, rasanya cukup jelas bahwa melakukan perawatan dan perbaikan mobil matic sebaiknya di bengkel khusus mobil matic.

Kalau sembarangan, alih-alih ingin servis ringan mobil matic. Yang ada justru muncul masalah baru lain yang lebih serius dan bisa jadi membahayakan.

Anda mungkin pernah mengalami atau sering mendengar orang memperbaiki mesin, lalu muncul masalah di transmisi matic.

Begitu juga saat memperbaiki AC, sistem rem, kaki kaki, body, turbo, instrumen cluster, alternator, radiator, audio video, accessories, sistem kemudi dan power steering, dan masih banyak yang lain.*

 

Author Profile

Hermas Prabowo

Hermas Prabowo

Hermas Prabowo adalah teknisi ahli mobil matic & transmisi otomatis di Worner Matic. Dia juga trainer di lembaga kursus mekanik spesialis di Worner Matic Training Center (WMTC). Content creator di channel youtube Worner Matic.